Kredensialing BPJS Kesehatan: Beban atau Kunci Peningkatan Layanan?

  • 23 July 2021

Tangerang Selatan, 21 Juli 2021 – Rangkaian acara SMMT #12 bagian 1 dengan tema “Kendali Mutu Layanan JKN: Sukses Kredensialing & Rekredensialing Bagi RS Mitra BPJS Kesehatan telah dilaksanakan. Sembilan puluh peserta dari berbagai daerah hadir di ruang virtual Zoom Meeting untuk mendengarkan paparan ahli mengenai cara menjaga kendali mutu RS agar sukses kredensialing dan rekredensialing. Hadirnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengubah paradigma layanan RS yang awalnya fee-for-service menjadi value of care. Sebagai mitra BPJS Kesehatan, RS harus mulai membenahi layanan kesehatan agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Menurut Bapak Moertjahjo Wiyono, Ahli Managed Care, BPJS Kesehatan adalah pembeli terbesar pelayanan kesehatan Indonesia. Sebagai pembeli terbesar, BPJS Kesehatan menentukan harga dan kualitas layanan RS yang berstandar nasional. Standar nasional yang sudah ditetapkan merujuk pada managed care, yakni pelayanan kesehatan yang fokus memberikan harga yang murah dengan fasilitas dan kualitas yang optimal. Pelayanan yang terstandarisasi secara langsung meningkatkan mutu pelayanan RS sebagai bentuk respek terhadap pasien. Dengan begitu, pasien mendapatkan pelayanan terbaik namun terjangkau.  

 

Berdasarkan penjelasan dr. Dina Diana Permata, Krendesialing adalah salah satu bagian dari penguatan Fasilitas Kesehatan bersamaan dengan Sistem Antrean Terintegrasi, Sistem Klaim Elektronik, dan Deteksi Potensi Kecurangan. Fasilitas Kesehatan ini adalah bagian dari Ekosistem Digital JKN yang dirancang untuk menjaga keberlangsungan JKN dan penguatan mutu layanan. Calon Mitra dan RS Perpanjangan harus lolos 4 kriteria, yaitu Sarana Tempat Tidur, Jenis Pelayanan dan SDM Kesehatan, Sarana dan Prasarana, Peralatan dan Bangunan, dan terakhir Sistem Prosedur dan Administrasi. Penilaian ini sudah tersistematis melalui aplikasi Health Facilities Information System (HFIS) BPJS Kesehatan. Nilai minimum untuk mendapatkan rekomendasi adalah 75 untuk RS calon mitra dan RS Perpanjangan.

Kredensialing ini tidak perlu dijadikan beban oleh RS. Bahkan, RS dapat menjadikan standar-standar nasional ini untuk mengukur pelayanan RS.  dr. Emilda, Kepala Unit Casemix RS An-Nisa Tangerang, menyampaikan kriteria yang ditetapkan untuk kredensialing ini dapat dijadikan barometer pelayanan. Hal tersebut yang saat ini dilakukan oleh RS An-Nisa Tangerang. Direktur menentukan target kualitas layanan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan untuk pengembangan berkelanjutan. Sehingga, RS pun dapat terus tumbuh seiring dengan JKN.

Jadikan periode kredensialing dan rekredensialing BPJS ini sebagai momen untuk meningkatkan kualitas layanan RS. Sudah siapkah RS Anda bertransformasi?