RS dan Kredensialing BPJS Kesehatan: Jaminan Mutu Layanan untuk Peserta JKN

  • 30 July 2021

Tangerang selatan, 28 Juli 2021 – Paradigma pelayanan kesehatan sudah bergeser yang awalnya volume sentris menjadi pasien sentris. Perubahan ini didorong juga oleh BPJS Kesehatan selaku pembeli layanan kesehatan terbesar. Pendekatan yang digunakan oleh BPJS Kesehatan sudah bergerak ke arah managed care, di mana peserta JKN mendapatkan pelayanan optimal dengan harga yang sangat terjangkau. Melihat fenomena yang ada, Setia Mulya Medika (SMM) mengadakan seminar virtual bertajuk SMMT #12 bagian 1 dengan tema “Kendali Mutu Layanan JKN: Sukses Kredensialing & Rekredensialing Bagi RS Mitra BPJS Kesehatan”. Webinar ini diadakan melalui platform Zoom dan telah dihadiri oleh 192 peserta.

 

Untuk menyeleksi mitra berdasarkan kemampuan dalam memenuhi standar pelayanan yang sudah ditetapkan, BPJS Kesehatan mengadakan kredensialing dan rekredensialing. Menurut Bapak Moertjahjo Wiyono, ahli Managed Care, kredensialing adalah cermin untuk RS guna meningkatkan pelayanan kesehatan. Sehingga, kredensialing ini jangan dianggap sebagai beban, namun sebagai ajang peningkatan mutu untuk peserta JKN. Dalam upaya peningkatan mutu sebagai calon mitra, RS juga harus mulai meninggalkan ­fee-for-service, karena pendekatan tersebut menciptakan ketimpangan antara pelayanan dan pasien.

 

Bapak Abdul Azis, Kepala Cabang BPJS Kesehatan KC Ungaran, juga menambahkan kredensialing ini diadakan untuk melindungi pasien. Sebagai asuradur, BPJS Kesehatan menjanjikan mutu dan layanan yang sesuai dengan standar nasional, di mana di dalamnya juga menjamin keselamatan pasien. RS mitra dipastikan harus menjamin keselamatan pasien dengan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medis. Tak hanya itu penyelenggaraan kesehatan juga terikat dengan regulasi yang berlaku guna meminimalisir potensi kecurangan terjadi. Jika terjadi pelanggaran sampai 3 kali menerima surat teguran, maka BPJS Kesehatan akan segera mengakhiri kerja sama.

 

Dalam prakteknya, Kredensialing ini terbukti meningkatkan kualitas pelayanan RS. Dikutip dari paparan dr. Emilda, Kepala Unit Casemix RS An-Nisa Tangerang, inti dari kredensialing ini bukan tentang lulus atau tidak lulus, melainkan nilai yang diberikan RS untuk peserta dalam bentuk mutu pelayanan. Dalam salah satu kasusnya, RS An-Nisa Tangerang menemukan bahwa layanan rawat jalannya mendapatkan nilai yang rendah. Setelah ditelaah Kembali, ternyata alur layanan dari pasien registrasi sampai konsultasi dengan dokter membutuhkan waktu kurang lebih empat jam. Penilaian tersebut menjadi refleksi untuk RS An-Nisa Tangerang. Alhasil, RS An-Nisa Tangerang Menyusun strategi untuk memotong waktu pelayanan agar layanan semakin efisien dan nyaman.

Pada akhirnya, Kredensialing dan rekredensialing ini adalah upaya untuk pemenuhan janji pelayanan kesehatan yang prima kepada pasien. Sudahkah Anda mempersiapkan RS Anda menuju periode kredensialing dan rekredensialing? Mantapkan lagi strategi RS Anda dengan memutar ulang rekaman SMMT #12 Chapter 2 pada link ini.

Siapkah Anda bertransformasi?