Webinar SMM Talk #1: Optimalisasi Pendapatan RS di Era COVID-19

  • 30 October 2020

Dampak COVID-19 sangat luas dan dalam karena mengganggu sisi demand (permintaan turun, konsumsi turun) dan supply (terganggunya rantai pasok dunia) sehingga menjadikan adanya pergeseran kehidupan selama COVID-19 yang lebih dikenal sebagai new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB), akibatnya RS ditutunt untuk agile terhadap perubahan dengan terus beradaptasi.

Webinar SMM Talk #1 yang diselenggarakan melalui platform Zoom pada Rabu, 27 Mei 2020 lalu sukses dihadiri 102 Peserta. SMM Talk #1 dihadari oleh dr. Ediansyah, MARS, MM (Konsultan Setia Mulya Medika) membahas mengenai “Sumber Pendapatan RS di Era COVID-19” dan dr. Budi Mohamad Arief, MM (Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan) yang membahas mengenai “Kupas Tuntas Klaim COVID-19”.

Sedangkan dr. Edianysah, MARS, MM memparkan pembagian tiga pembagian waktu yang perlu dipertimbangkan ketika mengembangkan skenario dalam bisnis RS yakni tahap 1 flatten (2-3 bulan),  tahap 2 fight (12-18 mendatang), dan tahap 3 future (kemungkinan akan berkahir pada paruh tengah tahun 2021). Untuk sampai hingga ke tahap 3, dr. Edi menekankan bahwa RS harus berfokus pada manajemen kas (cash management) dengan mengendalikan biaya SDM yang merupakan komponen biaya terbesar bisa sampai 30% dari keseluruhan struktur biaya RS dalam situasi normal, persediaan, aktif menagih piutang, restrukturisasi hutang serta TOP diperpanjang, memanfaatkan insentif pajak (PPh 25, PPh 21, dan PPN) serta penundaan investasi. Beliau juga menggambarkan situasi saat ini, di mana kebanyakan RS mengalami penurunan pendapatan sekitar 40% s.d. 60% (survei Jabodetabek) dengan gambaran pemanfaatan rawat jalan, rawat inap, operasi turun, namun IGD cenderung stabil, hal ini ditengarai oleh upaya pemutusan rantai penularan dengan perubahan perilaku pasien yang takut ke RS, dokter yang mengurangi praktik atau bahkan tidak berpraktik, hingga danya penundaan operasi elektif. Lebih jauh dr. Edi menyebutkan tantangan eksternal berupa penurunan daya beli, meningkatnya PHK, masyarakat cenderung memilih konsultasi online, tuntutan RS clean & safe meningkat, hingga kasus dengan tingkat keparahan tinggi meningkat sedangkan di sisi lain RS juga dihadapkan dengan tantangan internal berupa Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), nakes terinfeksi, memisahkan layanan COVID-19 dan non COVID-19, ketersediaan ruangan khusus misalnya OK dengan tekanan negative, dan kesulitan cashflow. Selanjutnya dr. Edi menguraikan upaya yang dapat dilakukan RS untuk mempertahankan pendapatan di era COVID-19 melalui peningkatan kunjungan rajal, ranap, dan OK, penyediaan pelayanan MCU COVID-19, layanan imunisasi, poliklinik online (telemedicine), homecare, dan perawatan pasien PDP atau positif COVID-19.

Dalam materinya, dr. Budi Mohamad Arief, MM menyampaikan alur proses klaim COVID-19 mulai dari pengajuan klaim biaya pelayanan hingga penerimaan pembayaran klaim. Selain itu dr. Budi juga memaparkan mekanisme alih penjaminan COVID-19 ke JKN melalui ilustrasi kasus komorbid dan komplikasi. Lebih jauh dr. Budi menguraikan berbagai tantangan bagi rumah sakit dalam pengelolaan klaim COVID-19 meliputi tantangan administrasi, aplikasi, regulasi, dan sarana/prasarana. Salah satu isu yang naik pada pertengahan Mei lalu dalam pembahasan bilateral Kemenkes dan BPJS Kesehatan adalah dispute klaim terhadap hasil verifikasi klaim COVID-19 di antaranya identitas pasien, standar pelayanan, penjaminan bayi baru lahir dari ibu COVID-19, pemeriksaan swab/PCR/Rapid Test, penjaminan pasien COVID-19 di rawat jalan, dan komorbid/komplikasi/koinsiden.

Para peserta webinar SMM-Talk #1 yang berasal dari berbagai macam RS dan instansi lainnya, sangat antusias mengajukan pertanyaan seputar teknis pelaksanaan klaim penggantian biaya perawatan pasien COVID-19 serta kiat-kiat yang dapat dilakukan RS untuk mempertahankan pendapatan RS di era COVID-19.

dr. Edi menutup sesi materinya dengan menekankan bahwa untuk meningkatkan pendapatan RS di era COVID-19 maka diperlukan top-level yang memiliki kepemimpinan yang baik, yang berpikiran ke depan dan berorientasi jauh, dapat menginspirasi dan memberdayakan staf-stafnya, serta dapat menjalankan strategi dengan agile. Sedangkan dr. Budi mengakhiri sesi materinya dengan menekankan urgensi manajemen RS yang harus memastikan pemahaman tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan pasien COVID-19 kepada seluruh jajaran di RS, memastikan wewenang dan tugas RS dalam mengelola klaim COVID-19 telah sesuai regulasi yang berlaku di mana staf pendukung perlu dilatih dengan benar, dan terakhir RS dan BPJS Kesehatan saling berkoordinasi dalam menyelesaikan permasalahan klaim COVID-19 guna mencegah terjadinya potensi kecurangan dalam pengajuan klaim COVID-19.

Materi SMM-Talk #1 dapat diakses melaluiMateri SMM Talk 1: Optimalisasi Pendapatan RS di Era COVID-19